MALU PADA HAMBA SAHAYA

Malu pada Hamba Sahaya

Oleh: Aswandi

SIFAT malu termasuk karakteristik akhlaq mulia. “malu adalah bagian dari iman”, artinya rasa malu terkait erat dengan iman, iman bertambah dengan bertambahnya rasa malu, dan iman berkurang dengan berkurangnya rasa malu. “Jika engkau tidak mempunya rasa malu, berbuatlah sesukamu”, demikian sabda Rasulullah Saw.

Mahmud al-Mishri (2009) dalam bukunya “Mausu’ah  min Akhlaqir Rasul” mengutip pendapat Al-Jurjani, bahwa malu adalah tertekannya jiwa dari sesuatu dan berusaha meninggalkan sesuatu itu sebagai bentuk kewaspadaan dari celaan”.

Amr Khaled (2010) dalam kitabnya “Akhlaq al-Mu’min” mengatakan bahwa malu berasal dari kata “hayah” atau kehidupan. Karena itu, jika kita berkata “Orang itu Malu” bermakna sejauhmana hati itu hidup, sejauh itu pula kekuatan malu bersemanyam di hati dan kuat denyut kehidupan di dalam dirinya, dan malu menandai terkendalinya jiwa, yakni ia tidak bisa melakukan perbuatan tercela atau sesuatu yang buruk. Baca lebih lanjut

Judul Buku : “PEMIMPIN Bukan MANAJER”

Judul Buku : “PEMIMPIN Bukan MANAJER”

Oleh Aswandi

Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan ini : Apakah semua manajer adalah pemimpin? Beberapa dari Anda mungkin akan segera menjawab “iya” dengan asumsi keduanya saling terkait satu sama lain. Orang lain mungkin akan berpikir dua kali dan mengevaluasi kembali dengan membandingkan perilaku atasan mereka. Banyak dari Anda mungkin langsung menanggapi “tidak” untuk pertanyaan ini karena Anda telah mendengar tentang debat manajemen versus kepemimpinan di masa lalu dan sangat memahami bahwa kedua hal ini sebenarnya sangat berbeda. Baca lebih lanjut

Judul Buku : “KEPEMIMPINAN BERBASIS KARAKTER”

Judul Buku : “KEPEMIMPINAN BERBASIS KARAKTER”

Oleh : Aswandi

Pemimpin yang berkarakter kuat cerdas, disiplin, tegas, terbuka dan jujur adalah impian masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki banyak calon pemimpin yang berkarakter kuat. Hanya saja, kadang kala karakter yang dimilikinya bisa menjadi lenyap tak berdaya ketika dihadapkan pada kehidupan nyata di dunia (eksekutif, legislative, dan yudikatif), dimana kekuasaan dan uang menjadi tujuan utama. Baca lebih lanjut

Judul Buku : “PENDIDIKAN & PERUBAHAN”

Judul Buku : “PENDIDIKAN & PERUBAHAN”

Oleh : Aswandi

Kotter (1997) dalam bukunya “Leading Change” mengatakan bahwa, “Perubahan yang sukses melibatkan antara 70% hingga 90% kepemimpinan. Kurangnya kepemimpinan membuat tidak adanya kekuatan di dalam organisasi untuk mengatasi berbagai kekacauan dan ketidakpastian.”

Calon pemimpin perubahan, tidak sekedar mengetahui ciri-ciri perubahan, melainkan mampu mempengaruhi perilaku masyarakat yang hidup di era perubahan tersebut. Antara lain bercirikan : semakin cepat, semakin kompleks, saling tergantung atau interdependensi, tidak menentu atau tidak pasti dan disruptif. Baca lebih lanjut

MANAJEMEN PERUBAHAN : Sebuah Pengantar

Judul Buku “MANAJEMEN PERUBAHAN : Sebuah Pengantar”

Oleh Aswandi

Kehidupan mengajarkan kita agar selalu sabar dalam menghadapi kehidupan ini, misalnya : (1) ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan, (2) ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itukau sedang belajar keikhlasan, (3) ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan, (4) ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan, (5) ketika kau merasa sepi dalam kesendirian, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan, (6) ketika kau harus membayar sesuatu yang hampir tak terjangkau, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurah-hatian, (7) tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tersenyum, dan terus belajar, karena kau sedang menimba ilmu di Sekolah dan Universitas Kehidupan. Baca lebih lanjut

KEIKHLASAN KUNCI KEKUATAN

Keikhlasan Kunci Kekuatan

Oleh: Aswandi

 

ADA sebatang pohon yang disembah oleh manusia, di sana ada seorang mukmin ahli ibadah dari kalangan Bani Israil mengambil kampak untuk menebang pohon tersebut. Iblis menemuinya seraya berkata kepadanya, “Apa yang engkau inginkan?”. Laki-laki itu menjawab, “Aku ingin menebang pohon yang disembah itu”. Iblis berkata kepadanya, “Engkau tidak akan mampu menebangnya, aku mencegahmu untuk melakukan itu. Laki-laki itu memukul dan menjatuhkan Iblis tersebut ke tanah. Baca lebih lanjut

KALAH MELAWAN DIRINYA SENDIRI

Kalah Melawan Diri Sendiri

Oleh: Aswandi

KEHIDUPAN di dunia ini berpasang-pasangan: ada yang kalah dan ada yang menang, ada yang sukses dan ada yang gagal, demikian seterusnya.

Memahami fenomena kontradiktif tersebut, baik melalui bahan bacaan maupun dari pengamatan, penulis menyimpulkan bahwa menang atau kalah, sukses atau gagal tergantung pada diri sendiri. Sesuai judul opini di atas, penulis tegaskan bahwa kalah dan gagal itu lebih disebabkan oleh kekalahan dan kegagalan melawan dirinya sendiri.

Menjadi sangat beralasan ketika Jenderal Soedirman, seorang panglima TNI menunjukkan jalan keselamatan kepada kita melalui kalimat singkat ini, “Jika ingin selamat, bekalilah diri Anda dengan 10 (sepuluh) peluru. Satu peluru, Anda gunakan untuk menembak musuh, sementara 9 (sembilan) peluru Anda gunakan untuk menembak diri Anda sendiri”.

Baca lebih lanjut

MEMPOLISIKAN POLISI

Mempolisikan Polisi

Oleh: Aswandi

SEORANG polisi di negeri ini mengemban tugas; (1) memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; (2) menegakkan hukum, dan (3) memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat (UU RI No.2/2002).

Osborne dan Gaebler (1995) dalam bukunya berjudul; “Reinventing Government” memandang perlu mendefinisikan kembali tugas polisi, yakni mengubah tugas polisi dari seorang penyelidik dan pelaksana menjadi seorang katalis (pemberi pelayanan secara SMART) dalam proses penyadaran masyarakat untuk menolong dirinya sendiri (community self-help), polisi akan menjadi sangat efektif jika mereka membantu masyarakat menolong diri mereka sendiri”. Baca lebih lanjut

Dr. Aswandi

SIAPA BILANG DATA TIDAK BERBOHONG

Siapa Bilang Data Tidak Berbohong

Oleh: Aswandi

BAPAK Sutarmidji selalu gubernur Kalimantan Barat mempermasalahkan perbedaan data di beberapa sektor pembangunan, terakhir ini beliau memperhatikan lebih serius mengenai data tentang produksi pangan, khususnya padi, dikutip dari Pontianak Post, 5 Desember 2018. Sebelumnya, bapak Joko Widodo selaku Presiden RI juga mempermasalahkan data yang tidak akurat dari berbagai sumber, akhirnya beliau menegaskan cukup satu data saja, yakni data yang dikelarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Bapak Malik Fajar, Bambang Sudibyo, Anies Baswedan dan Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluhkan hal yang sama tentang kurang lengkap (hanya 30%) dan simpangsiurnya data pendidikan di Indonesia. Dapat dibayangkan sulitnya merencanakan pembangunan pendidikan tanpa tersedia data yang cukup, valid dan reliabel. Menghadapi permasalahan tersebut, di era bapak Malik Fajar dilaksanakan survei pendidikan, penulis diminta memimpin survei pendidikan tersebut untuk wilayah Kalimantan Barat. Di era bapak Anies Baswedan dan dilanjutkan oleh bapak Muhadjir Effendy diambil sebuah kebijakan hanya menggunakan satu data yakni Dapodik dan dikeluarkan data neraca pendidikan, bapak M. Nasir selaku Menristekdikti RI merasakan hal yang sama tentang data pendidikan tinggi, akhirnya beliau menegaskan untuk menggunakan satu data yakni Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), kementerian dan institusi lainnya, baik di tingkat pusat maupun di berbagai daerah di Indonesia merasakan hal yang sama, yakni kesulitan merencanakan pembangunan akibat data yang tidak akurat dan/atau kurang lengkap, bahkan tidak sedikit data adalah kebohongan, ibarat berjalan dikegelapan, ibarat orang buta menatap gajah dan lain gatal lain yang digaruk.

Baca lebih lanjut

KEPEMIMPINAN ADALAH KEPENGIKUTAN

Kepemimpinan adalah Kepengikutan

Oleh: Aswandi

62aswandi-fkipShelton (2002) mengedit sebuah buku berjudul “A New Paradigm of Leadership”. Buku tersebut memuat beberapa artikel tentang kepemimpinan bagi organisasi abad ke-21 ditulis oleh pakar kepemimpinan dan manajemen, diantaranya: Warren Bennis, Stephen R. Covey, Peter Drucker, Tom Peters, Edward Deming, Peter Senge, Ken Blanchard, Paul Hersey, dan John Naisbitt.

Mempelajari artikel-artikel tersebut, penulis menemukan beberapa hal penting pada paradigma baru kepemimpinan. Pada opini ini, penulis memilih satu diantara artikel yang menurut penulis perlu direkonstruksi ulang, yakni kepemimpinan adalah kepengikutan.

Evolusi terakhir dari teori kepemimpinan setelah teori sifat (trait) dan teori situasional adalah teori “kepemimpinan (leadership) adalah kepengikutan (followership), atau pemimpin (leader) adalah pengikut (follower).

Baca lebih lanjut

MANUSIA KANCIL PILEK

Manusia Kancil Pilek

Oleh: Aswandi

SEBUTAN “Manusia Serigala” sudah sering kita dengar, bahkan telah kita lihat kisah manusia serigala melalui tayangan di layar lebar. Berbeda dengan “Manusia Kancil Pilek”, jarang kita dengar, apalagi melihatnya, padahal manusia kancil pilek tersebut bergentayangan di sekitar kita dalam jumlah yang sangat besar, yakni paling sedikit 68% dari setiap komunitas. Apabila sebuah komunitas dihuni oleh sebanyak 100 orang, maka 68 orang diantara mereka adalah manusia kancil pilek. Jumlah mereka yang sangat besar itu menjadi beban berat dari setiap upaya melakukan perubahan atau inovasi.

Pembaca ingin segera mengetahui siapa “Manusia Kancil Pilek” itu?. Ikutilah cerita singkat berikut in. Di dalam hutan belantara hidup satu jenis binatang yang bernama “Singa”. Binatang singa tersebut diberi gelar “Raja Hutan”, dan ia sangat menikmati gelar raja hutan tersebut.

Baca lebih lanjut

GURU PENGGERAK PERUBAHAN

Guru Penggerak Perubahan

            Oleh: Aswandi                

 

HUT PGRI Pemberian Penghargaan PGRI AWARD 2018 di Ketapang Tgl. 19 November 2018GURU Indonesia adalah pendidik profesional, yakni guru beradab, bermartabat, dan sejahtera dengan 7 (tujuh) tugas utama; mendidik, mengajar, membimbing,  mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal (TK), pendidikan dasar, (SD, SLTP) dan pendidikan menengah (SMA/SMK/MA). Baca lebih lanjut

GENERASI PEMILIK MASA DEPAN

Generasi Pemilik Masa Depan

Oleh: Aswandi

 

SEKARANG dan masa depan, seringkali dilabeli sebagai Indonesia emas, bonys demografi, abad 21, era disruptif, era revolusi industri 4.0, dan sebagainya. Apapun istilah digunakan, secara fitrah, era tersebut akan ditemui oleh berbagai generasi, yakni generasi: tradisional berusia lebih dari 73 tahun, boby bommer berusia 54-72 tahun, generasi X berusia 39-53 tahun, generasi milenial berusia 24-38 tahun dan generasi Z berusia 6-23 tahun, dikutip dari David Tillman dan Jonan Stillman (2018).

Persoalannya adalah, apakah generasi sekarang menjadi pemilik atau pecundang masa depan itu?. Peter F. Drucker menjawab, “Masa depan adalah milik mereka yang memikirkannya hari ini”, istilah sekarng “Future is Now atau Tommorow is Today”.  

Menurut Rhenald Kazali (2017) dalam bukunya “Disruption” mengatakan bahwa masa depan adalah era disrupsi dicirikan setidaknya tiga karakterisik: (1) speed yakni bergerak cepat karena didukung teknologi; (2) surprises, yakni banyak kejutan yang terkadang tidak masuk rasional, dan (3) sudden shift, yakni banyak hal mengalami pergeseran tiba-tiba, bukan menghilang. Baca lebih lanjut

Format Baru Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Format Baru Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Oleh: Aswandi

Perguruan tinggi dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sub-sistem: input, proses, output, dan outcome. Kualitas ouput, outcome atau lulusan pendidikan tinggi ditentukan antara lain oleh input atau masukan calon mahasiswanya. Jadi intakes calon mahasiswa menjadi sangat penting dan strategis dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, setiap tahunnya sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) selalu dilakukan penyempurnaan atau perbaikan secara terus menerus mengalami perjalanan sejarah panjang dan berliku-liku.

Secara fundamental perjalanan di mulai pada tahun 1976, ketika lima perguruan tinggi yang tergabung dalam Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU) melakukan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama. Kemudian sistem tersebut dikembangkan menjadi proyek perintis Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) , Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan sejak tahun 2008 menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan pola penerimaan melalui ujian tertulis dan kombinasi ujian tertulis dan ujian ketrampilan untuk program studi olah raga dan seni. Selanjutnya sejak tahun 2013, SNMPTN dikembangan menjadi dua pola yakni pola penerimaan melalui penelusuran kemampuan dan prestasi akademik yang tetap menggunakan nama SNMPTN sebagai sistem seleksi nasional dan pola seleksi melalui ujian tertulis  yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Baca lebih lanjut

PESERTA DIDIK PEMILIK MASA DEPAN

PESERTA DIDIK PEMILIK MASA DEPAN

Oleh: Aswandi

Rhenald Kazali (2017) dalam bukunya “Disruption” mengatakan bahwa masa depan adalah era disrupsi ini dicirikan setidaknya tiga karakterisik: (1) speed yakni bergerak cepat karena didukung teknologi; (2) surprises, yakni banyak kejutan yang terkadang tidak masuk rasional, misalnya siapa yang menyangka orang yang biasa-biasa saja justru dipilih rakyat menjadi pemimpin dan siapa menyangka anak drop out SMP berusia 26 tahun mencatatkan diriya sebagai orang kaya baru di Indonesia, siapa menyangka muncul telemedika dan wearable mengubah pelayanan medis; dan (3) sudden shift, yakni banyak hal mengalami pergeseran tiba-tiba, bukan menghilang. Baca lebih lanjut